Pemilik Blog

Pemilik Blog
Ust Kama (PerenungLangit)

TAQWIM HIJRI


Waktu Malaysia

TUKAR PASWORD YES

Sinar Harian

LOGIN AKAUN YES

Sinar Harian

e-Operasi

Sinar Harian

LOGIN SPLG

Sinar Harian

SAPS NKRA

Sinar Harian

HRMIS

Sinar Harian

APDM

Sinar Harian

e-Penyata Gaji

Sinar Harian

LAMAN ARAB

AL_QARADHAWI Al-Meshkat Islamweb Islam Online LiveIslam Soidul Fawaid Toriqul Islam Al-Islam Islamqa Multaqa Ahlul Hadis Toriqut Taubah Zadul Ma'ad Mausu'ah Al-I'jaz Al-Ilmi Nidaul Iman Lahaonline Sahab.net Al-Sunnah.com Al-Sunnah.com

PORTAL PILIHAN

AKSESORI

Facebook BOX.NET Youtube Imageshack Babylon translation Merriam Webster Online Kamus Online Bahasa Arab Online Dictionary: English-Malay Ujia Kecepatan Menaip Mediafire Rapidshare 4Shared Ziddu Slide Filehippo 2Shared 2Shared PDFChaser MIXPOD Al-Ma'ani EVERNOTE BOX.NET Photobucket

Rujukan

Lunakkan suaramu, santuni mereka

February 15, 2009

Firman Allah Swt:


ولو كنت فظاً غليظ القلب لانفضوا من حولك


"Andainya kamu (Muhammad) bersifat kasar dan keras hati, tentulah mereka akan lari meninggalkanmu".
Seorang sahabat mengeluh.

"Ustaz kerdil yang berceramah di surau dan masjid dengan suara lantang, bernada kasar, menyerang sehabis-habisnya pihak yang menentang Islam....musuh kepada perjuangan Islam, merupakan beban kepada jema'ah...".
Dia bercerita mengenai apa yang disaksikannya di beberapa masjid sekitar Kuala Lumpur.
"Mereka mengeluarkan kata-kata yang terbit dari emosi tidak bersendikan ilmu....tanpa memikirkan kesan dan akibat dari kata-kata itu...",sahabat itu berkomentar.
"Jika itu yang anta saksikan sekarang, sesunguhnya demikianlah aku saksikan 10 tahun yang lalu di sana, sewaktu aku dalam khulwat ilmu di sebuah kartaksis...", aku menyahut komentar sahabat itu. Aku pernah berada di Kuala Lumpur sepanjang tempoh pengajianku di Universiti Malaya dan beberapa tahun bekerja di sana.
"Nampaknya keadaan tak banyak berubah...", aku mengeluh atas keluhannya.
"Keadaan bertambah baik...contoh teladan pimpinan gerakan Islam disantuni ramai pendakwah kecuali segelintir", kata sahabat itu mententeramkan.
"Bukan berdakwah tapi bersifat penghukum...",lanjutnya.
Inilah dilema sebahagian mereka yang menggelarkan diri mereka sebagai pendakwah. Tanpa sedar, mereka sebenarnya bukan pendakwah tapi penghukum dengan sebab kekasaran bahasa dan kekerasan hati yang mereka tunjukkan. Apabila mereka menggunakan payung jema'ah, mereka menimbulkan beban yang bukan sedikit buat jema'ah. Jema'ah mengalami luka, cedera, tercalar dan berpalit kata nista dengan sebab angkara mereka.
Hasan Hudaibi yang pernah menjadi Mursyidul 'Am Ikhwanul Muslimin pernah mengarang sebuah buku, "دعاة لا قضاة" bagi merincikan ciri-ciri pendakwah yang diperlukan pada zaman ini.
Para pendakwah yang selama ini keras dan melepaskan geram dalam kata-kata, perlu memperlahankan suara, melembutkan bahasa dan mendamaikan jiwa manusia.
Sesungguhnya kita menyemai hari ini bukan untuk dituai esok. Ia terlalu cepat. Mungkin seratus tahun lagi!
Bukan pula untuk kita yang menuainya, tetapi mereka yang datang sesudah kita.

0 comments:

Post a Comment