Pemilik Blog

Pemilik Blog
Ust Kama (PerenungLangit)

TAQWIM HIJRI


Waktu Malaysia

TUKAR PASWORD YES

Sinar Harian

LOGIN AKAUN YES

Sinar Harian

e-Operasi

Sinar Harian

LOGIN SPLG

Sinar Harian

SAPS NKRA

Sinar Harian

HRMIS

Sinar Harian

APDM

Sinar Harian

e-Penyata Gaji

Sinar Harian

LAMAN ARAB

AL_QARADHAWI Al-Meshkat Islamweb Islam Online LiveIslam Soidul Fawaid Toriqul Islam Al-Islam Islamqa Multaqa Ahlul Hadis Toriqut Taubah Zadul Ma'ad Mausu'ah Al-I'jaz Al-Ilmi Nidaul Iman Lahaonline Sahab.net Al-Sunnah.com Al-Sunnah.com

PORTAL PILIHAN

AKSESORI

Facebook BOX.NET Youtube Imageshack Babylon translation Merriam Webster Online Kamus Online Bahasa Arab Online Dictionary: English-Malay Ujia Kecepatan Menaip Mediafire Rapidshare 4Shared Ziddu Slide Filehippo 2Shared 2Shared PDFChaser MIXPOD Al-Ma'ani EVERNOTE BOX.NET Photobucket

Rujukan

DAGING PARA ULAMA BERACUN.

May 25, 2014

Ibn 'Asakir (Meninggal tahun 571 H) telah menyebutkan dalam kitabnya "Tabyinu Kazbil Muftara" sebuah ibarat yang masyhur:

لحوم العلماء مسمومة

"Daging para ulama itu beracun".

Sepanjang sejarah, ramai ulama yang daging diratah oleh para pelahap. Bukanlah bermaksud mereka makan daging ulama itu. Sebaliknya ialah mereka mengumpati para ulama. Mengumpat adalah seperti makan daging orang yang telah mati sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka kerena sebahagian dari prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah mengumpat keji satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
(Surah Al-Hujrat: Ayat 12)

Mengumpat orang-orang yang bukan ulama adalah seperti makan daging mayatnya. Maka, mengumpat para ulama, mengejinya dan menuduhnya sesat adalah seperti makan daging mayatnya yang beracun. Maksudnya, bahayanya lebih besar. Ini kerana, jika orang biasa yang bukan ulama diumpatkan, maka, ia hanyalah mencemarkan nama baik orang tersebut. Tetapi, jika ulama yang diumpatkan, ia mencemar nama baik syariat Islam yang dibawa oleh ulama tersebut.

Sebab itu, mengumpat ulama adalah seperti makan daging mayat yang beracun.

Jika ada orang yang suka menyesatkan ulama panutan ummat atau panutan sebahagian besar ummat ini, makan janganlah anda tumpang sekaki makan hidangan daging mayat beracun yang sedang diratahnya. Menjauhilah dia dan jauhilah kenduri makan mayat beracun itu. Anda tidak akan mendapat kesembuhan dari sakit anda dengan makan makanan beracun.

Sementara yang disebut ulama itu boleh dipecahkan kepada tiga golongan:

a) Ulama Millah- yang membela Islam biarpun menyongsang kehendak daulah dan kemahuan ummat.

b) Ulama Daulah-Yang membela daulah dan berfatwa demi kepentingan daulah.

c) Ulama ummah-Yang membela ummah dan mencari fatwa supaya ummat merasa puas dan sukakannya.

Ulama Millah, itulah yang dagingnya beracun.  Berhati-hatilah ketika memperkatakan mengenai mereka.

0 comments:

Post a Comment