Pemilik Blog

Pemilik Blog
Ust Kama (PerenungLangit)

Untuk dihubungi:

Email:
kama_wahba99@yahoo.com


Waktu Malaysia

Media

Sinar Harian Harakah Harian Metro Online Malaysiadateline Warta Darulaman Bernama News Bernama News Suara Kontemporari The Star Melayu Nst Online Malay Mail The Star Sinar Harian Utusan Online Berita Harian Online Tranungkite Sabahkini Sabahdaily Menarik TV3 Yahoo News Utaranews Aljazeera English Republika Online CNN News Eramuslim Al-Arabi Islamtoday Islamtoday BBC News BBC News BBC News WorldNewsNetwork Al-Ayyam Al-Ayyam UtaraNews dailymail Al-Monitor Islampedia

LAMAN ARAB

AL_QARADHAWI Al-Meshkat Islamweb Islam Online LiveIslam Soidul Fawaid Toriqul Islam Al-Islam Islamqa Multaqa Ahlul Hadis Toriqut Taubah Zadul Ma'ad Mausu'ah Al-I'jaz Al-Ilmi Nidaul Iman Lahaonline Sahab.net Al-Sunnah.com Al-Sunnah.com

PORTAL PILIHAN

Online Services

maybank2u iRakyat CIMBcliks Ambank Airasia Airasia Airasia Airasia Airasia Airasia MAS TRANSNASIONAL MALINDO AIR TM TM

TV ONLINE

TV Malaysia TV Pas TV3 Al-Muttaqin Malaysiakini TV

KULIAH ONLINE

Maybank2U CIMBcliks Ambank Airasia MAS TM Airasia Airasia

AKSESORI

Facebook Youtube Photobucket Imageshack Babylon translation Merriam Webster Online Kamus Online Bahasa Arab Online Dictionary: English-Malay Ujia Kecepatan Menaip Mediafire Rapidshare 4Shared Ziddu Slide Filehippo 2Shared 2Shared PDFChaser MIXPOD Al-Ma'ani EVERNOTE BOX.NET

Yahoo Messenger

Rujukan

DAGING PARA ULAMA BERACUN.

May 25, 2014

Ibn 'Asakir (Meninggal tahun 571 H) telah menyebutkan dalam kitabnya "Tabyinu Kazbil Muftara" sebuah ibarat yang masyhur:

لحوم العلماء مسمومة

"Daging para ulama itu beracun".

Sepanjang sejarah, ramai ulama yang daging diratah oleh para pelahap. Bukanlah bermaksud mereka makan daging ulama itu. Sebaliknya ialah mereka mengumpati para ulama. Mengumpat adalah seperti makan daging orang yang telah mati sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka kerena sebahagian dari prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah mengumpat keji satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
(Surah Al-Hujrat: Ayat 12)

Mengumpat orang-orang yang bukan ulama adalah seperti makan daging mayatnya. Maka, mengumpat para ulama, mengejinya dan menuduhnya sesat adalah seperti makan daging mayatnya yang beracun. Maksudnya, bahayanya lebih besar. Ini kerana, jika orang biasa yang bukan ulama diumpatkan, maka, ia hanyalah mencemarkan nama baik orang tersebut. Tetapi, jika ulama yang diumpatkan, ia mencemar nama baik syariat Islam yang dibawa oleh ulama tersebut.

Sebab itu, mengumpat ulama adalah seperti makan daging mayat yang beracun.

Jika ada orang yang suka menyesatkan ulama panutan ummat atau panutan sebahagian besar ummat ini, makan janganlah anda tumpang sekaki makan hidangan daging mayat beracun yang sedang diratahnya. Menjauhilah dia dan jauhilah kenduri makan mayat beracun itu. Anda tidak akan mendapat kesembuhan dari sakit anda dengan makan makanan beracun.

Sementara yang disebut ulama itu boleh dipecahkan kepada tiga golongan:

a) Ulama Millah- yang membela Islam biarpun menyongsang kehendak daulah dan kemahuan ummat.

b) Ulama Daulah-Yang membela daulah dan berfatwa demi kepentingan daulah.

c) Ulama ummah-Yang membela ummah dan mencari fatwa supaya ummat merasa puas dan sukakannya.

Ulama Millah, itulah yang dagingnya beracun.  Berhati-hatilah ketika memperkatakan mengenai mereka.

0 comments:

Post a Comment