Pemilik Blog

Pemilik Blog
Ust Kama (PerenungLangit)

TAQWIM HIJRI


Waktu Malaysia

TUKAR PASWORD YES

Sinar Harian

LOGIN AKAUN YES

Sinar Harian

e-Operasi

Sinar Harian

LOGIN SPLG

Sinar Harian

SAPS NKRA

Sinar Harian

HRMIS

Sinar Harian

APDM

Sinar Harian

e-Penyata Gaji

Sinar Harian

LAMAN ARAB

AL_QARADHAWI Al-Meshkat Islamweb Islam Online LiveIslam Soidul Fawaid Toriqul Islam Al-Islam Islamqa Multaqa Ahlul Hadis Toriqut Taubah Zadul Ma'ad Mausu'ah Al-I'jaz Al-Ilmi Nidaul Iman Lahaonline Sahab.net Al-Sunnah.com Al-Sunnah.com

PORTAL PILIHAN

AKSESORI

Facebook BOX.NET Youtube Imageshack Babylon translation Merriam Webster Online Kamus Online Bahasa Arab Online Dictionary: English-Malay Ujia Kecepatan Menaip Mediafire Rapidshare 4Shared Ziddu Slide Filehippo 2Shared 2Shared PDFChaser MIXPOD Al-Ma'ani EVERNOTE BOX.NET Photobucket

Rujukan

Gigitan nyamuk tidak perlu dibalas

January 13, 2017

Kita berharap kalau orang yang menghina Allah atau Rasulullah itu akan mendapat balasan. Kalau ikut kita, biar orang itu mendapat hukuman segera atas kelancangannya. Biar lidah yang mencela itu jadi kelu dan bisu hilang kudrat bicara. Kalau tangan yang menulis atau kaki yang memijak Quran, biar si pelakunya terkena tulah anggota itu jadi bengkak untut atau kemalanan sampai putus. Biar petir dari langit menyambarnya. 

Tapi itu tidak berlaku?

Seolah-olah Allah lemah dan tidak mampu membalasnya.

Sejenak, mari kita bandingkan dengan kita. Sewaktu kita digigit nyamuk dan nyamuk berjaya menghisap darah kita lalu terbang pergi, apakah kita menyimpan dendam kepadanya hingga memburu nyamuk itu hingga ke sarangnya? Tidak bukan?

Kita anggap gigitan nyamuk itu hal kecil dan kita lebih besar dariapada nyamuk itu. Padahal nyamuk anggap dirinya menang, hebat dan pintar. Kalau kita dapat mendengar ejekkan nyamuk kepada kita, kita akan tersengeh. Apalah nilainya kemenangan sang nyamuk itu?

Demikian Allah ke atas musuh-musuhnya. Dia maha besar dan tidak terjejas dengan penghinaan mereka ke atasNya.

0 comments:

Post a Comment